Tapteng Salah Satu Penyumbang Stunting Tertinggi di Sumut, Kadis Kesehatan Bungkam
Tapanuli Tengah | SinarlintasNews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Nursyam bungkam soal tingginya angka stunting di Tapteng.
Dari data yang diperoleh SinarlintasNews.com, angka stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah berada di 31% dari 18% Stunting Sumatera Utara dan dari 21,6% di Indonesia.
Dari 33 Kota/Kabupaten se-Sumatera Utara, secara komulatif Tapanuli Tengah merupakan salah satu penyumbang Stunting 31%, sehingga masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap buruk jika prevalensi stunting lebih dari 20 persen. Artinya, secara nasional masalah stunting di Tapanuli Tengah tergolong kronis.
Tingginya angka stunting dan permasalahan kekurangan gizi di Tapanuli Tengah terjadi pada balita erat kaitannya dengan kemiskinan. Stunting umumnya terjadi akibat balita kekurangan asupan penting seperti protein hewani dan nabati dan juga zat besi. Pada daerah-daerah dengan kemiskinan tinggi, seringkali ditemukan balita kekurangan gizi akibat ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan primer rumah tangga.
Hal tersebut juga berkaitan dengan angka kemiskinan di Tapanuli Tengah yang berada di angka 11,71% atau sebanyak 42.882 jiwa dan angka kemiskinan ekstrem 2,73% atau sebanyak 1.171 jiwa.
Tingginya Stunting di Tapanuli Tengah akan menjadi ancaman malapetaka dimasa depan, karena balita saat inilah yang kelak menjadi tenaga produktif tersebut. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.
Sementara itu, Kadis Kesehatan yang dikonfirmasi melalui via WhatsApp terkait tingginya angka stunting dan cara penanganan tidak memberikan jawaban. (Jerry).
from Sinar Lintas News https://ift.tt/0kXodvw
Comments
Post a Comment