Pj Bupati Tapteng Sebut ada 3 OPD Dengan Pencapaian Terburuk Sepanjang Tahun 2023
Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak mencapai target pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi yang sudah ditetapkan untuk tahun 2022.
Hal tersebut disampaikan oleh Pj Bupati Tapanuli Tengah, Dr. Sugeng Riyanta, SH, MH saat memberikan arahan Apel Gabungan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Pandan pada Senin (08/01/24).
Pj Bupati mengakui ada tiga OPD kontribusinya terhadap PAD sangat kecil, dan dari tahun ke tahun masih banyak yang tidak mencapai target.
“Karena tadi saya sudah memberikan penghargaan kepada OPD yang Realisasi Retribusi sangat jelek, karena tidak baik bisa saya juga tidak menyebut OPD yang pencapaiannya terburuk atau tidak mencapai target,” Kata Pj Bupati.
Ketiga OPD yang realisasi Retribusi terendah di Akhir tahun 2023 adalah BKPSDM atas retribusi Pemakaian Daerah Ruangan Sewa Gedung/Aula dan Asrama dengan realisasi 1,9 % atau setara
denga Rp. 1.350.000,- dari target Rp. 70.000.000,-.
Dinas Perhubungan atas retribusi Parkir tepi jalan umum, Pemakaian Kekayaan Daerah Penyewaan Tanah dan Bangunan, dan Izin Trayek angkutan umum dengan Realisasi 8,69% atau
setara dengan Rp.224.046.211,- dari target Rp.1.005.000.000,-.
“Padahal saya sudah turun kebawah melihat, Parkir luar luar biasa di Pantai-pantai, kenapa itu tidak diterbitkan, ayo coba kita berenung, itukan potensi besar yang harus kita ambil, kenapa kemudian itu tidak terkelolah, kemudian dipungut oleh orang-orang yang tidak berhak. Maka saya minta kepada Kepala Dinas Perhubungan, cari solusi minggu ini, saya minta minggu depan sudah menghadap saya, Formula untuk meningkatkan PAD nya seperti apa,” Tegasnya.
Sementara untuk Bagian Umum Setdakab atas Pemakaian Daerah Ruangan dengan realisasi 12,44% atau setara dengan Rp.15.550.000 dari
target Rp.125.000.000,-.
Selain tiga OPD dengan pencapaian terendah, juga ada tiga kecamatan yang juga tidak mencapai realisasi Pajak PBB terendah yakni
Kecamatan terendah adalah Kecamatan Tukka dengan Realisasi 44,05% atau setara dengan
Rp.52.134.158,- dari terget Rp.129.696.020,-, kemudian Kecamatan Badiri dengan Realisasi 45,37% atau setara dengan Rp.92.803.203,- dari Target Rp.204.550.652,-. Dan terakhir Kecamatan Lumut Realisasi 51,06% atau setara dengan
Rp.61.484.401,- dari target Rp.120.408.165.
Sebelumnya, Pj Bupati Tapanuli Tengah memberikan Penghargaan dan ucapan terima kasih para OPD yang dalam pencapaian Pajak dan Retibusi terbaik yakni, Kecamatan Terbaik atas Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan
Bangunan, diberikan kepada Camat Pasaribu Tobing dengan realisasi sebesar 100,06 % atau setara dengan Rp.32.597.023,- dari target Rp.32.578.538,-, kemudian Kecamatan Sosorgadong dengan realisasi sebesar 98,64 % atau setara dengan Rp.55.232.421, dari target Rp.57.008.565.- dan kemudian Kecamatan Sorkam dengan realisasi sebesar 96,38% atau setara dengan Rp.67.268.700,- dari target Rp.69.673.636,-.
Sedangkan untuk OPD Terbaik atas Realisasi Penerimaan Retribusi, diberikan kepada Dinas Perkim dengan realisasi sebesar 106,92% setara
dengan Rp.160.380.000,- dari target Rp.150.000.000,-.
Disusul Dinas Lingkungan Hidup dengan realisasi sebesar 96,70%
setara dengan Rp.483.510.000,- dari target Rp.500.000.000,- dan Dinas Kelautan dan Perikanan dengan realisasi sebesar dari target
74,23% setara dengan Rp.45.001.937,-
Rp.60.625.000,-.
Sedangkan BUMD terbaik atas Realisasi Penerimaan Bunga Air atas Penyertaan Modal, diberikan kepada PDAM Mual Nauli dengan realisasi 155% setera dengan Rp.150.000.000,- dari target Rp. 100.000.000.
Kepada RSUD Pandan atas Pencapaian realisasi Penerimaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar 109,50%. setara dengan Rp.32.851.000.000,- dari terget Rp.30.000.000.000,-.
from Sinar Lintas News https://ift.tt/TosCgeZ
Comments
Post a Comment